setiaku dalam naungan tulus
berpijar dari eloknya cinta kasih
yang putih mengilhami jiwa
bersanding dengan sebuah penantian
yang dalam nyawanya
tak mengenal kata henti
meski tersadar . .
menunggunya tak berkerabat
dengan kepastian
mendung lalu berbisik
sedikitnya menepikan letih
terkulai atas rasa rindu
yang menusuk, menekuk
tak apa . .
biar derai sakit menggerogoti jiwa
tapi . .
hati ini tetap teguh
mendiami sarang penantiannya
menggebukan harapan suci
yang berkibar dalam keyakinan
bahwa . . .
kekasih yang hilang itu
kan datang kembali
dalam teduhnya . .
sendu berbisik, mengelus batin
menerbangkan sayap-sayap kekasihnya
untuk membawa hati ini terbang
menuju surga cinta

0 Response to "Setia"
Post a Comment