Pecahan Malam


dipecahkan malam
di ranting-ranting pohon kehidupan
sisa tawa kemarin
masih hangat tuk dirasakan

resapan kata
masih terdengar di pundak waktu
pena mimpi tertulis rapih
hari ini . .
ya, hari ini . .
hingga nanti . .
waktu tak lagi kita rasakan

lelap pandang pada mata semua
karena . . .
malam kini enggan tuk bicara
cinta . . .
menikmati langkah . .
tinggal separuhnya temui pagi

pohon pun menunduk bisu
merasakan nafasnya yang beradu
satu waktu . .
tentang kalbu

0 Response to "Pecahan Malam"

Post a Comment